
Pinang Merah - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Merangin resmi meluncurkan program pendampingan intensif melalui agenda "Pemilihan Guru Wali Semester Genap" dengan tajuk utama "Dibimbing dan Membimbing". Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026 ini merupakan langkah nyata madrasah dalam memperkuat kedekatan emosional dan akademik antara guru dan siswa. Acara ini merupakan rangkaian lanjutan dari rapat pembagian tugas yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dalam teknisnya, setiap guru mendapatkan tugas melalui sistem undian yang merujuk pada Rombongan Belajar (Rombel) kelas VII, VIII, dan IX. Melalui sistem ini, setiap guru bertanggung jawab menjadi "orang tua asuh" bagi 11 hingga 12 siswa-siswi selama mereka menempuh pendidikan di MTsN 5 Merangin.
Program inovatif ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Sebuah pendekatan kurikuler yang mengedepankan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam membantu proses perkembangan peserta didik. Waka Kurikulum MTsN 5 Merangin, Siti Suhaibah, S.Ag, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengawasan yang lebih personal dan menyeluruh. "Kami berharap program ini mampu membantu peserta didik melalui pendampingan berkelanjutan. Bukan hanya soal akademik, tetapi juga pendampingan perkembangan karakter positif, serta pengasahan keterampilan, minat, dan bakat siswa secara spesifik," ujar Siti Suhaibah kepada guru dan para siswa.
Momentum pemilihan guru wali ini dilaksanakan bertepatan setelah upacara peringatan HUT Ke-69 Provinsi Jambi yang digelar di halaman madrasah. Setelah upacara usai, seluruh siswa langsung diarahkan untuk menemui guru wali (guru asuh) masing-masing. Pertemuan perdana ini menjadi momen krusial untuk membangun chemistry. Hal ini dikarenakan: pertama beberapa guru tidak mengampu mata pelajaran di kelas tertentu (VII, VIII, atau IX). Kedua, masih banyak siswa yang belum pernah berinteraksi langsung dalam proses belajar mengajar dengan guru wali yang terpilih. Dalam sesi pendampingan perdana tersebut, para guru mulai melakukan perkenalan mendalam, pemetaan kondisi siswa, hingga memberikan arahan awal mengenai target perkembangan siswa di semester genap ini.
Pihak madrasah berharap program "Dibimbing dan Membimbing" ini dapat berjalan dengan konsisten dan penuh komitmen. Target besarnya bukan sekadar nilai akademik yang meningkat, namun lahirnya kebermanfaatan nyata yang dapat dirasakan oleh lingkungan madrasah dan berdampak positif saat siswa kembali ke tengah masyarakat. Dengan adanya guru asuh yang fokus pada kelompok kecil, setiap dinamika perkembangan siswa di MTsN 5 Merangin dipastikan akan terpantau dengan lebih baik dan penuh kasih sayang. (Humas Matslimer Media)
|
124x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...