
Pinang Merah-Diiringi cuaca yang cukup hangat, pelaksanaan upacara bendera rutin pada Senin pagi, 4 Mei 2026, di lapangan madrasah berlangsung dengan khidmat dan lancar. Upacara kali ini melibatkan siswa-siswi kelas 7-C yang bertindak sebagai petugas upacara bergilir. Dalam amanatnya, Pembina Upacara, Halimah, S.Ag., mengawali dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas upacara kelas 7-C yang telah menuntaskan tanggung jawab mereka dengan baik. Meski demikian, beliau memberikan beberapa catatan evaluasi sebagai bahan perbaikan di masa mendatang. "Terima kasih kepada petugas hari ini kelas 7-C. Untuk kelas-kelas lain yang akan mendapat giliran selanjutnya, ibu berharap dapat mencontoh kedisiplinan hari ini dan mempersiapkan diri lebih maksimal lagi agar pelaksanaannya terus meningkat dan lebih baik lagi," ujar Halimah.
Memasuki inti amanat, Halimah kembali merefleksikan poin-poin utama yang pernah disampaikan pada beberapa bulan ke belakang, yakni mengenai pentingnya penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Beliau menekankan bahwa sebagai siswa madrasah, nilai-nilai ini harus menjadi identitas diri. Beliau mengulas kembali tiga poin pertama Senyum, Salam, dan Sapa sebagai fondasi awal dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Menurutnya, ketiga kebiasaan tersebut harus terus dipraktikkan hingga menjadi karakter positif yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut, Halimah menambahkan penekanan pada poin keempat dan kelima, yaitu Sopan dan Santun. Beliau menyoroti etika bertutur kata sebagai perwujudan sikap sopan.
"Poin utamanya adalah dalam bertutur kata. Ucapkanlah perkataan yang baik dengan nada yang lemah lembut. Jangan membiasakan ucapan yang tidak bermakna, apalagi yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya. Sementara itu, untuk nilai Santun, beliau menyederhanakannya sebagai tata krama dan perilaku yang berwibawa. Beliau memberikan contoh konkret mengenai perilaku berkendara bagi para siswa. Halimah berpesan agar siswa tidak melakukan aksi kebut-kebutan di jalan raya, karena perilaku negatif tersebut selain membahayakan diri sendiri, juga merampas hak kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Menutup amanatnya, Halimah berharap agar asas 5S ini tidak berhenti sebagai slogan semata. "Ibu berharap nilai-nilai 5S ini bukan hanya jadi simbol, tetapi menjadi nilai budaya luhur yang mencerminkan pribadi yang baik sebagai siswa-siswi madrasah yang berakhlakul karimah," pungkasnya menutup amanat. (Humas Matslimer Media)
|
36x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...