
Pinang Merah - Sehari setelah libur Tahun Baru Islam 1 Muharram, para siswa-siswi kembali memenuhi lapangan madrasah pada Rabu pagi (17/6/2026). Meski cuaca tampak agak mendung pasca diguyur hujan, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk kembali berkumpul setelah bel tanda masuk berbunyi. Setelah seluruh siswa berbaris dengan tertib, apel pagi langsung dipandu oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan (Wakasis), Bapak Supriyanto, S.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh siswa yang terus konsisten hadir dan berpartisipasi aktif selama sepekan pelaksanaan class meeting. Setelah menerima laporan absensi dari setiap ketua kelas, Bapak Supriyanto menyampaikan beberapa amanat penting. Beliau mengevaluasi jalannya class meeting yang telah memasuki hari ketujuh, khususnya terkait cabang lomba hari ini, yaitu Olimpiade Matematika. Beliau berharap setiap kelas mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk unjuk kemampuan.
Di sela-sela amanatnya, Bapak Supriyanto juga menyisipkan pesan moral dan motivasi yang mendalam bagi para siswa. "Teruslah menjaga sikap, tata krama, perilaku, dan aturan normatif. Sopan santun harus tetap dijaga, baik di lingkungan madrasah, di rumah, maupun di tengah masyarakat," tutur beliau. Menjelang momen kenaikan kelas yang kian dekat, beliau juga berpesan agar para siswa terus meningkatkan kemampuan (skill) yang produktif demi mengembangkan karakter yang positif.
Setelah barisan apel dibubarkan, suasana madrasah langsung dinamis. Sebagian siswa memanfaatkan waktu dengan berolahraga bola voli, sementara beberapa siswa lainnya tampak kompak membantu wali kelas menyiapkan hadiah untuk momen kenaikan kelas mendatang. Di lokasi lain, Ibu Sundusriah, S.Pd., telah bersiap mensterilkan ruang kelas 9D sebagai arena perlombaan Olimpiade Matematika. Para peserta lomba yang telah ditunjuk langsung menuju lokasi dengan tertib. Suasana kompetisi terasa begitu hidup. Antusiasme peserta terlihat jelas dari bagaimana mereka fokus, tenang, dan penuh konsentrasi dalam menyelesaikan lembar demi lembar soal olimpiade yang menguras otak.
Ibu Sundusriah berharap, ajang kompetisi sains di tingkat madrasah ini tidak sekadar menjadi pengisi waktu luang. Lebih dari itu, perlombaan ini diharapkan menjadi salah satu ikhtiar nyata dalam mencetak dan menjaring bibit-bibit unggul untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang akan datang. (Humas Matlimer Media)
|
246x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...