
Pinang Merah - Suasana hangat kembali menyelimuti lapangan MTsN 5 Merangin pada Selasa, 14 Juli 2026. Setelah bel tanda berkumpul berbunyi, para peserta Masa Ta'ruf Siswa Madrasah (MATAMUDA) dengan sigap langsung menempatkan diri di barisan untuk mengikuti apel pagi. Apel kali ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia SPMB, Bapak Supriyanto, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para peserta yang tetap menjaga semangat di hari kedua ini. Beliau juga mengingatkan para siswa untuk terus menjaga kesehatan agar kondisi fisik tetap prima hingga hari terakhir kegiatan. "Tetap jaga kesehatan hingga hari ketiga besok yang menjadi hari penutupan. Mari kita berdoa bersama agar kita semua selalu diberi kesehatan, sehingga nantinya dapat mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan ceria, aman, dan menyenangkan," ujar Supriyanto. Setelah apel selesai, para peserta MATAMUDA melakukan sarapan bersama di ruangan, dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah shalat Dhuha berjamaah sebelum memasuki sesi penyampaian materi oleh para narasumber.

Materi pertama mengenai Kemadrasahan disampaikan oleh Bapak Abdu Rahman, S.E. Pada sesi ini, beliau memaparkan profil singkat madrasah, mulai dari sejarah berdiri, visi dan misi, hingga tata letak fasilitas yang ada. Fasilitas yang diperkenalkan meliputi ruang administrasi (Tata Usaha untuk kepegawaian, guru, tendik, karyawan, dan peserta didik), mushola, laboratorium, ruang UKS, perpustakaan, ruang guru BK, kantin, hingga area parkir. Abdu Rahman menekankan bahwa poin krusial dari materi ini adalah pentingnya saling mengenal lingkungan sekitar. "Kalian harus mengenali lingkungan baru ini, mulai dari teman seangkatan, kakak kelas, hingga bapak/ibu guru, kepala madrasah, dan wakil kepala madrasah. Dengan mengenali lingkungan sekitar, kalian akan tahu apa fungsi dan tugas dari setiap elemen yang ada di madrasah ini," jelasnya.

Sesi kedua dilanjutkan dengan materi Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan yang disampaikan langsung oleh Guru BK, Ahmad Zulkarnain, S.Sos. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa lingkungan madrasah yang sehat hanya bisa tercipta melalui kerja sama semua elemen, yang dimulai dari kesadaran diri sendiri. 1) Madrasah Sehat: Dimulai dengan menjaga kebersihan diri lahir dan batin agar sehat jiwa serta raga. Siswa juga diwajibkan menjaga kebersihan lingkungan dengan selalu membuang sampah sisa jajanan pada tempatnya. 2) Madrasah Aman: Tercipta dari rasa tanggung jawab untuk saling menghargai dan mengasihi. Siswa diajak untuk saling menyayangi, bahu-membahu, dan menghormati sesama teman sebaya, kakak kelas, guru, tenaga kependidikan, hingga petugas keamanan (satpam). 3) Madrasah Menyenangkan: Tercipta dengan menjaga kondusivitas di dalam kelas, lapangan, mushola, maupun perpustakaan tanpa adanya kegaduhan. Ahmad Zulkarnain juga menyoroti pentingnya mengantisipasi perilaku perundungan dan kekerasan yang marak terjadi di lingkungan pendidikan. Melalui MATAMUDA ini, peserta didik baru diajak untuk menerapkan prinsip untuk sama-sama "Saling Asah, Asih, dan Asuh" guna memerangi perundungan di madrasah.

"Jika melihat atau menemukan indikasi perundungan, segera laporkan ke bapak dan ibu guru yang berwenang agar bisa diatasi sejak dini," tegas Zulkarnain. Tak hanya itu, materi ini juga memberikan edukasi mengenai bahaya Narkotika. Mengingat status darurat narkoba yang kini mulai merambah dunia pendidikan, siswa dibekali pengetahuan umum agar memiliki benteng diri yang kuat dari obat-obatan terlarang. Di sela-sela materi, Ahmad Zulkarnain memimpin para peserta untuk berikrar anti-kekerasan secara bersama-sama. Ikrar ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam melawan segala bentuk kekerasan dan penyalahgunaan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kegiatan ditutup secara kreatif dengan pembuatan poster unik dan simpel bermuatan pesan edukatif, serta pembuatan yel-yel anti-kekerasan, anti-perundungan, dan antinarkoba. Sebelum kepulangan, panitia MATAMUDA kembali mengingatkan para siswa untuk mempersiapkan keperluan hari berikutnya. Salah satu agenda penting pada hari ketiga adalah penanaman bibit pohon sebagai tugas akhir, yang merupakan wujud nyata dukungan MTsN 5 Merangin terhadap gerakan Ekoteologi Kementerian Agama Berdampak. (Humas Matslimer Media)
|
186x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...