
Pinang Merah - Di bawah naungan awan berkabut dan suasana pagi yang sejuk, pelaksanaan upacara bendera di MTsN 5 Merangin tetap berlangsung khidmat dan lancar pada Senin pagi (31/08/2026). Upacara penutup di penghujung bulan Agustus yang masih dibalut momen semangat kemerdekaan ini menampakkan penampilan apik dan anggun dari para petugas upacara dari kelas IX.A.

Bertindak sebagai pembina upacara, Aminah, S.Pd.I., mengawali amanatnya dengan mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk senantiasa bersyukur. Di tengah kondisi kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, warga MTsN 5 Merangin masih diberikan kesehatan untuk menjalankan upacara bendera dengan baik. Beliau menegaskan bahwa semangat kemerdekaan di akhir Agustus ini harus menjadi pemantik rasa cinta tanah air. Ungkapan "Hubbul wathan minal iman" (mencintai tanah air adalah bagian dari iman) hendaknya diwujudkan melalui rasa syukur dan aksi nyata.

Setelah menyampaikan apresiasi kepada petugas upacara kelas IX.A, Aminah memaparkan tiga kunci utama dalam membangun karakter positif (character building) serta menjaga marwah diri siswa: pertama Kedisiplinan: Disiplin harus diterapkan dalam aktivitas harian, mulai dari hadir tepat waktu hingga pelaksanaan piket kelas secara bertanggung jawab. Beliau mengapresiasi kerapian barisan siswa yang langsung terbentuk saat bel berbunyi tanpa perlu ditegur guru. "Percayalah, disiplin yang membuat kita lelah hari ini akan menjadi kunci kesuksesan di masa depan," tuturnya. Kedua Kebersihan: Menjaga kebersihan merupakan kewajiban setiap muslim sesuai hadis riwayat Muslim, "An-nadhifatu minal iman" (kebersihan adalah bagian dari iman). Siswa diimbau mencontoh teladan para guru yang konsisten memungut dan membuang sampah pada tempatnya agar menjadi kebiasaan hidup bersih, baik secara fisik maupun psikis. Ketiga Sopan dan Santun: Etika siswa diwujudkan lewat pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), seperti menyapa dan mencium tangan guru saat berpapasan tanpa merasa gengsi. Sopan santun juga harus diterapkan saat KBM misalnya tidak memotong penjelasan guru ketika ingin izin keluar kelas serta saat berkendara di jalan raya dengan tidak menyalip secara brutal dan memberi klakson sopan saat mendahului guru.

Mengakhiri amanatnya, pembina upacara juga mengingatkan seluruh siswa untuk merutinkan hafalan doa-doa pendek sehari-hari agar dapat diamalkan dalam kehidupan nyata. Setelah rangkaian upacara selesai, barisan dibubarkan dan para siswa kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. (Humas Matslimer Media)
|
50x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...