
Pinang Merah - Suasana penuh semangat menyelimuti ruang pertemuan MTsN 5 Merangin pada Senin, 9 Februari 2026. Madrasah ini menjadi tuan rumah bagi agenda besar berupa Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan bersama Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pendidik dan kepala madrasah dari berbagai sekolah di bawah naungan satu atap Pokjawas, di antaranya MTsS Mampun Baru, MTsS Al-Khoiriyyah, MTsS Sultan Fatah, MTsS Asyafiiyah, dan MTsS Bilqis.
Dalam sesi pembukaan, PLt. Kepala MTsN 5 Merangin, Arif Hidayat, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terpilihnya MTsN 5 Merangin sebagai lokasi pelatihan. Beliau menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar peningkatan kompetensi, melainkan juga sarana mempererat tali silaturahmi antar-KKM. Arif berharap kehadiran Pengawas Madrasah sebagai pendamping langsung dalam pelatihan ini dapat membuka cakrawala para guru mengenai karakteristik implementasi KBC. "Kami berharap pelatihan ini memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran di MTsN 5 Merangin khususnya, dan madrasah-madrasah lain pada umumnya" pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Penmad yang baru, Bapak Ulumuddin, S.H., turut menyampaikan terima kasih atas kesiapan MTsN 5 Merangin dalam memfasilitasi acara ini. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh elemen madrasah untuk bersinergi dan bersama-sama belajar mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta. Ulumuddin berharap nilai-nilai kasih sayang ini dapat diterapkan dengan sebaik-baiknya di lingkungan pendidikan. Acara kemudian resmi dibuka dengan pembacaan bismillah sebagai tanda dimulainya transformasi pembelajaran di wilayah tersebut.
Memasuki sesi inti, Bapak Drs. Abdulahlim, M.Pd.I., memaparkan secara mendalam mengenai Panca Cinta yang menjadi pondasi utama KBC Kementerian Agama RI. Kelima pilar tersebut meliputi cinta kepada Tuhan dan Rasul, diri dan sesama, ilmu, lingkungan, serta tanah air. Menurutnya, KBC bertujuan menciptakan pembelajaran holistik yang tidak hanya mengejar aspek kognitif, tetapi juga menyentuh hati dan nurani siswa. Secara teknis, nilai-nilai ini akan diintegrasikan melalui "sesi pilar" selama 5-10 menit sebelum pelajaran dimulai, serta melalui kegiatan ko-kurikuler yang lebih mengedepankan asesmen formatif untuk mengamati perkembangan karakter nyata siswa.
Sebagai penutup materi, Bapak Budi Handoko, S.Pd., memberikan perspektif mengenai integrasi KBC dalam bingkai Kurikulum Merdeka. Beliau menekankan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam ini bertujuan untuk memuliakan setiap individu di madrasah. Dengan menjadikan KBC sebagai fondasi, ilmu sains dan agama bukan lagi sekadar hafalan, melainkan alat untuk memahami alam semesta dengan penuh rasa kasih sayang. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan harapan besar agar implementasi KBC di MTsN 5 Merangin dapat berjalan lancar sesuai target yang diharapkan. (Humas Matslimer Media)
|
68x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...