
Pinang Merah – Suasana khidmat menyelimuti lingkungan MTsN 5 Merangin pada Jumat pagi, 6 Februari 2026. Di bawah langit Pinang Merah yang dinaungi cuaca sejuk dan rintik gerimis yang membasuh bumi, seluruh keluarga besar madrasah berkumpul dalam satu barisan yang rapat. Tidak seperti hari-hari biasanya, kegiatan rutin Jumat pagi kali ini membawa suasana emosional yang lebih dalam karena dikhususkan untuk mengenang dan mendoakan salah satu sosok berjasa di madrasah ini. Seluruh jajaran guru, staf, dan siswa tampak larut dalam kekhusyukan saat memulai pembacaan Surah Yaasin. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terakhir dan kiriman doa terbaik untuk almarhum Bapak Supardi. Beliau dikenal bukan hanya sebagai sosok yang pernah ada di lingkungan madrasah, melainkan salah satu tokoh perintis yang meletakkan batu pertama perjuangan berdirinya Madrasah di Pinang Merah hingga bisa berkembang pesat seperti sekarang ini.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, kalimat thoyyibah dalam tahlil, serta untaian doa-doa panjang dipanjatkan dengan harapan penuh kasih. Keluarga besar MTsN 5 Merangin bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar segala khilaf almarhum diampuni, seluruh amal ibadahnya diterima sebagai pahala jariyah, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Suara jemaah yang menyatu di tengah rintik hujan seolah menjadi saksi betapa besarnya rasa kehilangan sekaligus rasa hormat mereka terhadap almarhum. Ada yang berbeda pada pelaksanaan Yaasinan kali ini jika dibandingkan dengan rutinitas Jumat biasanya. Jika pada pekan-pekan sebelumnya petugas pembaca Yaasin dilakukan secara bergantian oleh setiap kelas, kali ini agenda dipimpin langsung oleh Fatkhul Bari, S.Pd.I. Beliau merupakan salah satu guru agama senior yang memiliki kedekatan emosional dengan sejarah madrasah, sehingga suasana religius yang tercipta terasa lebih menyentuh hati.
Dalam balutan rasa haru yang mendalam, Fatkhul Bari, S.Pd.I. memandu lantunan Yaasin dan tahlil dengan suara yang bergetar namun tetap teguh. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk meresapi setiap ayat yang dibacakan sebagai pengingat akan kematian sekaligus sebagai bentuk bakti kepada para pendahulu. Kehadiran beliau sebagai pemandu utama memberikan makna bahwa madrasah ini tidak akan pernah melupakan akar sejarahnya dan orang-orang yang telah berkorban demi tegaknya pendidikan agama di wilayah ini. Kegiatan rutin yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diakhiri dengan penguatan moril bagi seluruh warga madrasah untuk terus melanjutkan perjuangan dan cita-cita para perintis. Dengan selesainya pembacaan doa tersebut, diharapkan semangat pengabdian almarhum Bapak Supardi tetap hidup dalam setiap derap langkah civitas akademika MTsN 5 Merangin ke depannya. (Humas Matlimer Media)
|
36x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...