
Pinang Merah – MTsN 5 Merangin turut berpartisipasi dalam Seminar Nasional bertajuk "Sinergi Pendidikan Berbasis Nilai Keagamaan, Hak Anak dan Ramah Lingkungan" yang digelar secara daring pada Senin (21/9/2026). Keikutsertaan ini menindaklanjuti edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang mengimbau seluruh jajaran pengawas hingga kepala madrasah di Indonesia untuk mengikuti jalannya acara. Berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.30 WIB, seminar hibrida hasil kolaborasi Kemenag RI dan Yayasan Save the Children Indonesia ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Kementerian Agama RI, Pendis Channel, Pendidikan Pesantren, Save the Children Indonesia, dan KREASI guna memperkuat layanan pendidikan yang inklusif, ramah anak, serta berkelanjutan.

Rangkaian acara dipandu oleh Bayu Andriyanto selaku moderator dan diawali dengan pembacaan doa bersama. CEO Save the Children Indonesia, Desy Kurwiany Ukar, dalam sambutannya memaparkan keberhasilan program pengarusutamaan kesetaraan gender, perlindungan anak, kesehatan mental, dan edukasi iklim metode "Sekoci" yang telah berjalan di puluhan madrasah serta pesantren yang salah satunya di Bandung dan Cianjur. Ia juga menyoroti penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk melindungi santri dari kekerasan maupun krisis lingkungan, sekaligus menegaskan bahwa berbagai modul praktis yang telah diuji cobakan kini siap diadaptasi secara luas oleh satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Selanjutnya, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan komitmen Kemenag dalam memperkuat mutu madrasah dan pesantren melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta inklusivitas guna membentuk karakter, akhlak, dan kepedulian ekologis peserta didik. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin, M.A., menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenag RI dan Save the Children Indonesia menjadi landasan konkret dalam meningkatkan kapasitas pendidik serta pemenuhan hak anak. Acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan MoU secara resmi dan pemaparan materi kebijakan terkait Pesantren Ramah Anak, Ekoteologi Lingkungan, hingga strategi Madrasah Ramah Anak.

Pada sesi akhir, seminar menampilkan berbagai best practices atau praktik baik dari program unggulan Save the Children Indonesia, seperti KREASI, WSE, AGI, dan Humanitarian, yang mendapat tanggapan positif dari Kemenag RI guna menjajaki peluang integrasi ke dalam tata kelola madrasah nasional. Melalui partisipasi ini, keluarga besar MTsN 5 Merangin berharap dapat menyerap banyak ilmu, wawasan, serta praktik baik yang dipaparkan para narasumber. Pengalaman dan materi yang diperoleh diharapkan menjadi pijakan penting bagi MTsN 5 Merangin dalam mengimplementasikan konsep madrasah ramah anak, responsif iklim, serta aman bencana di lingkungan madrasah. (Humas Matslimer Media)
|
40x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...