
Pinang Merah - Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai lingkungan MTsN 5 Merangin pada Senin pagi (20/7/2026). Usai melaksanakan upacara bendera mingguan yang khidmat, seluruh elemen madrasah mulai dari jajaran pimpinan, dewan guru, tenaga kependidikan (tendik), karyawan, hingga seluruh siswa-siswi berkumpul bersama untuk menggelar aksi pembubuhan tanda tangan petisi komitmen bersama. Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah nyata dan bentuk deklarasi ketegasan MTsN 5 Merangin dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, serta berorientasi pada perlindungan anak dari segala bentuk tindakan negatif.

Aksi pembubuhan tanda tangan di atas spanduk deklarasi ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan simbol sinergi dan ketegasan sikap seluruh warga madrasah untuk menolak keras tindakan perundungan (bullying) serta segala jenis kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis. Plt. Kepala MTsN 5 Merangin dalam arahannya upacara minggu lalu menegaskan bahwa madrasah harus menjadi rumah kedua yang menyenangkan bagi para siswa untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri. Tanpa adanya rasa aman dan bebas dari rasa takut, proses belajar-mengajar yang optimal mustahil dapat terwujud dengan maksimal.

Melalui komitmen bersama ini, pihak sekolah juga berkomitmen untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan madrasah. Langkah-langkah konkret yang dirancang mencakup optimalisasi peran Bimbingan Konseling (BK) dimasa MATAMUDA, koordinasi Kesiswaan, Kehumasan dan Kurikulum serta monitoring Kaur. Tata Usaha dalam peningkatan pengawasan di titik-titik rawan madrasah, hingga sosialisasi untuk terus berkesinambungan mengenai pentingnya rasa empati, saling menghargai, dan toleransi antarsesama siswa. Guru dan tendik diposisikan sebagai garda terdepan sekaligus teladan yang siap mendengarkan serta merespons setiap aduan siswa secara cepat dan berkeadilan.

Antusiasme tinggi terlihat jelas dari raut wajah para siswa-siswi yang secara bergantian dan tertib menyatukan tangan membubuhkan tanda tangan mereka. Diharapkan gerakan moral ini dapat menanamkan kesadaran kolektif sejak dini bahwa kekerasan bukanlah bagian dari budaya madrasah. Dengan terwujudnya madrasah yang ramah anak, ramah jiwa, dan bebas dari perundungan, MTsN 5 Merangin optimistis mampu mencetak generasi muda berakhlak mulia, berprestasi unggul, serta berkarakter kuat untuk masa depan. (Humas Matslimer Media)
|
245x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...